Friday

and when you start to miss me, remember, you are the one who let me go...


Penaku menari mencoretkan...
Sebuah puisi kelukaan...
Gurindam jiwa...
Cinta dan airmata...
Di kamar hati ini...
Masih ada sembunyi...
Kenangan yang tak mampu...
Ku lemparkan jauh...

Penaku menari melakarkan...
Gambar kesayuan masa silam...
Tinta bersulam biru...
Warna kerinduan...
Berkaca jernih ingatanku...
Biarpun dikau telah jauh...
Dari pandanganku...

Manisnya pertemuan...
Pahitnya perpisahan...
Segala kini tidak dapat...
Untukku bahasakan...
Semua kini kaku...
Tiada lagu merdu...
Setiap madah baris kata...
Bukannya lagi buatmu...

Kini berteman sepi...
Kini aku sendiri...
Suka dan duka...
Dalam meniti gelombang...
Kembara panjang...

Jauh melangkah pergi...
Tidak menoleh lagi...
Kenangan silamku...
Tinggal tertulis kini...
Dalam sebuah puisi...

Penaku menari membariskan...
Puisi sebuah pengalaman...
Gurindam jiwa cinta dan airmata...
Di kamar sepi ini...
Titisan membasahi...
Dan aku tidak tahu...
Pada siapakah untukku luah rasa...
123...123...123...

Sunday

...time goes by a lot slower when you miss the one you love...


= |

...izinkan selamanya namamu dihati...

Telah aku terima takdir dari Yang Esa...
Tertusuk sembilu pedih hati terluka...
Terkubur impian kita bina bersama...
Terlerai sedah ikatan cinta...

Baru aku sedari siapa diri ini...
Sebalik suratan cahaya cinta yang sudah...
Sedalam renungan terlihat dalam diri...
Hakikat cinta yang sejati...

Kuturutkan cahaya dihadapan berliku...
Keyakinan di dada mengiring langkahku...
Jalinan bahagia iringan doa restu...
Di dalam jiwa cinta yang satu...

Jalanan yang berduri tetap aku gagahi...
Biar gunung yang tinggi pasti kan kudaki...
Detik-detik kenangan segar buat pedoman...
Sepanjang jalan taman impian... ohhh...

Selamat sejatera kepada dirimu...
Semoga berbahagia tanpa aku...
Izinkan selamanya namamu di hati...
Biarkan selamanya ku begini...

Sudah lumrahnya insan tak lepas kesilapan...
Maafkan dosaku lupakan detik hitam...
Sejarah yang berlalu jadikan perngajaran...
Menuju bahagia idaman...
123...123...123...
 
 

Thursday

...the day you went away...

Well I wonder could it be...
When I was dreaming ’bout you baby...
You were dreaming of me...
Call me crazy, call me blind...
To still be suffering is stupid after all of this time...
Did I lose my love to someone better...
And does she love you like I do...
I do, you know I really really do...

Well hey...
So much I need to say...
Been lonely since the day...
The day you went away...
So sad but true...
For me there’s only you...
Been crying since the day...
The day you went away...

I remember date and time...
September twenty second...
Sunday twenty five after nine...
In the doorway with your case...
No longer shouting at each other...
There were tears on our faces...

And we were letting go of something special...
Something we’ll never have again...
I know, I guess I really really know...

The day you went away...
The day you went away...

Why do we never know what we’ve got ’til it’s gone...
How could I carry on...
The day you went away...
Cause I’ve been missing you so much I have to say...
Been crying since the day...
The day you went away...

The day you went away...
The day you went away...
............123............123............123............05

Tuesday

cukuplah sekali............1...2...3...0...5...

Di saat kupinta keputusanmu...
Kau masih menanyakan semalamku...
Bertanya tentang dia dan kehebatannya...
Sedangkan segalanya telah engkau tahu...
Tiada rahsia hidupku...

Di saat kulahirkan kekesalan...
Sengaja kau mengambil kesempatan...
Mengungkit perbuatan dan keterlanjuran...
Kau ulang bercerita tentang hati luka...
Membuat ku rasa berdosa...

Demi masa depan yang kita mimpikan...
Hapuskanlah kenangan yang mengusik perasaan...
Tiap kali memandangmu tak terhingga kesalku...
Maafkan aku sayang menodai kepercayaanmu...

Andainya ku dapat menarik kembali...
Detik-detik hitam yang berlalu...
Kesilapan serupa tak akan ku ulangi...
Cukuplah sekali menyakitimu...
Cukuplah sekali kau membenciku...